text

Selamat Datang di ferry's site

Selasa, 31 Mei 2011

Bab 1 : TINJAUAN TENTANG ILMU BUDAYA DASAR

A. PENDAHULUAN
     Mata kuliah Ilmu Budaya Dasar adalah salah satu mata kuliah yang membicarakan tentang nilai-nilai, tentang kebudayaan, tentang berbagai macam masalah yang dihadapi manusia dalam hidupnya sehari-hari. Hal ini perlu, karena dirasakan kekurangan pada sistem pendidikan kita, baik pada tingkat menengah, maupun pada tingkat perguruan tinggi. Tanpa memungkiri banyak faktor-faktor lain yang menyebabkannya, salah satu yang penting adalah sistem pendidikan kita. Tidaklah dapat disangkal, bahwa ruang lingkup pendidikan kita amat sempit dan condong membuat manusia-manusia spesialis yang tidak berpandangan luas. Para lulusan perguruan tinggi kita kurang mempunyai tempat yang sama untuk berpijak. Mereka relatif terlalu mengesampingkan bidang-bidang yang lain. Ini tidak berarti, bahwa mereka harus ikut campur bidang-bidang lain, tetapi agaknya keadaan ini yang membuat mereka seakan-akan buta akan bidang lain.
Diharapkan agar mata kuliah ini dapat menjadi semacam "lingua franca" bagi para akademisi dari berbagai lapangan ilmiah. Dengan memiliki suatu bekal yang • sama ini diharapkan agar para akademisi dapat lebih lancar berkomunikasi. Kelancaran berkomunikasi ini selanjutnya akan memperlancar pula pelaksanaan pembangunan dalam berbagai bidang yang ditangani oleh para cendikiawan dari berbagai lapangan keahlian itu.
     Sesuai dengan namanya Ilmu Budaya Dasar - Kuliah ini hanya memberikan dasar - dasar yang cukup kuat kepada mahasiswa untuk mencari hubungan antara segala segi kebudayaan dalam hubungan usaha yang terus menerus mencari kebenaran, keindahan, kebebasan, dalam berbagai bentuk, serta hubungannya dengan alam semesta, Tuhannya, masyarakatnya danjuga penemuan dirinya sendiri, pendeknya dalam mencari hidup yang dirasanya lebih bermakna. Ini tentu menyangkut sikap moral yang diharapkan memperlengkapi mahasiswa dengan pengalaman luas yang padu yang akan membimbingnya kearah pembentukan ukuran-ukuran, rasa dan nilai-nilai dengan tidak bergantung kepada orang lain. Jadi secara singkat dapatlah dikatakan bahwa setelah mendapat mata kuliah ini mahasiswa diharapkan memperlihatkan :
1. Minat dan kebiasaan menyelidiki apa-apa yang terjadi disekitamya dan di luar
lingkungannya, menelaah apa yang dikerjakannya sendiri dan mengapa
2. Kesadaran akan pola-pola nilai yang dianutnya serta bagaimana hubungan nilai-nilai
ini dengan cara hidupnya sehari-hari.
3. Kerelaan memikirkan kembali dengan Kati terbuka nilai-nilai yang dianutnya untuk
mengetahui apakah dia secara berdiri sendiri dapat membenarkan nilai-nilai tersebut
untuk dirinya sendiri.
4. Keberanian moral untuk mempertahankan nilai-nilai yang dirasanya sudah dapat
diterimanya dengan penuh tanggung jawab dan sebaliknya menolak nilai-nilai yang
tidak dapat dibenarkan.
     Latar belakang diberikannya mata kuliah IBD, selain melihat konteks budaya Indonesia, juga sesuai dengan program pendidikan di Perguruan Tinggi, dalam rangka menyempumakan pembentukan sarjana..


B. ILMU BUDAYA DASAR SEBAGAI BAGIAN DARI MATA KULIAH DASAR UMUM.
     Ilmu budaya dasar merupakan salah satu komponen dari sejumlah mata kuliah dasar umum (MKDU) yang merupakan mata kuliah wajib di semua perguruan tinggi, baik yang sifatnya eksakta maupun yang non eksakta.
     Secara khusus MKDU bertujuan untuk menghasilkan warga negara sarjana yang berkualifikasi sebagi berikut :
1. Berjiwa Pancasila sehingga segala keputusan serta tindakannya mencerminkan pengamalan
nilai-nilai pancasila dan memiliki integritas kepribadian yang tinggi, yang mendahulukan
kepentingan nasional dan kemanusiaan sebagai sarjana Indonesia.
2. Takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, bersikap dan bertindak sesuai dengan ajaran
agamanya, dan memiliki tenggang rasa terhadap pemeluk agama lain.
3. Memiliki wawasan komprehensif dan pendekatan integral di dalam menyikapi
permasalahan kehidupan baik sosial, ekonomi, politik, kebudayaan, maupun pertahanan
keamanan.
4. Memiliki wawasan budaya yang luas tentang kehidupan bennasyarakat dan secara
bersama-sama mampu berperan serta meningkatkan kualitasnya, maupun lingkungan
alamiah dan secara bersama-sama berperan serta didalam pelestariannya.
     Jadi, pendidikan umum yang menitik beratkan pada usaha untuk mengembangkan kepribadian mahasiswa, pada dasarnya berbeda dengan mata kuliah-mata kuliah bantu yang bertujuan untuk menopang keahlian mahasiswa dalam disiplin ilmunya. Demikian pula berbeda dengan pendidikan keahlian yang bertujuan untuk mengembangkan keahlian mahasiswa dalam bidang atau disiplin ilmunya.
C. PENGERTIAN ILMU BUDAYA DASAR
     Secara sederhana Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
     Untuk mengetahui bahwa Ilmu Budaya Dasar temiasuk kelompok pengetahuan budaya,
lebih dahulu perlu diketahui pengelompokan ilmu pengetahuan. Prof.Dr.Harsya Bachtiar
mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar,
yaitu :
1. Ilmu-ilmu Alamiah ( natural science )
Ilmu-ilmu alamiah bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam
alam semesta. Untuk mengkaji hal itu digunakan metode ilmiah. Caranya ialah dengan
menentukan hukum yang berlaku mengenai keteraturan-keteraturan itu, lalu dibuat analisis
untuk menentukan suatu kualitas. Hasil analisis itu kemudian digeneralisasikan. Atas dasar
ini lalu dibuat prediksi . Hasil penelitiannya 100 % benar dan 100 % salah. Yang tennasuk
kelompok ilmu-ilmu alamiah antara lain ialah astronomi, fisika, kimia, biologi, kedokteran,
mekanika.

2. llmu-ilmu Sosial ( social science )
Ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antar manusia. Untuk mengkaji hal itu digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah. Tetapi hasil penelitiannya tidak mungkin 100 % benar, hanya mendekati kebenaran. Sebabnya ialah keteraturan dalam hubungan antar manusia itu tidak dapat berubah dari saat ke saat. Yang termasuk kelompok ilmu-ilmu sosial antara lain ilmu ekonomi, sosiologi, politik, demografi, psikologi, antropologi sosial, sosiologi hukum, dsb.

3. Pengetahuan budaya ( the humanities )
Pengetahuan budaya bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal itu digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan pemyataan-pemyataan yang bersifat unik, kemudian diberi anti. Peristiwa-peristiwa dan pemyatan-pemyataan itu pada umumnya terdapat dalam tulisan-tulisan., Metode ini tidak ada sangkut pautnya dengan metode ilmiah, hanya mungkin ada pengaruh dari metode ilmiah.
D. TUJUAN ILMU BUDAYA DASAR
     Untuk bisa menjangkau tujuan tersebut llmu Budaya Dasar diharapkan dapat :
1. Mengusahakan penajaman kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya, sehingga
mereka lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang bane, terutama untuk
kepentingan profesi mereka
2. Memberi kesempatan pada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka tentang
rnasalah kemanusiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap
persoalan-persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut.
3. Mengusahakan agar mahasiswa, sebagai calon pemimpin bangsa dan negara serta ahli
dalarn bidang disiplin masing-masing, tidak jatuh ke dalam sifat-sifat kedaerahan dan
pengkotakan disiplin yang ketat. Usaha ini terjadi karena ruang lingkup pendidikan kita
arnat sempit dan condong membuat manusia spesialis yang berpandangan kurang luas.
kedaerahan dan pengkotakan disiplin ilmu yang ketat.
4. Mengusahakan wahana komunikasi pars akademisi agar mereka lebih mampu berdialog
satu sama lain. Dengan memilki satu bekal yang sama, pars akademisi diharapkan akan
lebih lancar dalam berkomunikasi.
E. RUANG LINGKUP ILMU BUDAYA DASAR
     Pokok bahasan yang akan dikembangkan adalah :
- Manusia dan cinta kasih
- Manusia dan keindahan
- Manusia dan penderitaan
- Manusia dan keadilan
- Manusia dan pandangan hidup
- Manusia dan tanggung jawab serta pengabdian - Manusia dan kegelisahan
- Manusia dan harapan.

     Kedelapan pokok bahasan itu tennasuk dalam karya-karya yang tercakup dalam pengetahuan budaya. Perwujudan mengenai cinta, misalnya, terdapat dalam karya sastra, tarian, musik, filsafat, lukisan, patung dan sebagainya. Masing-masing pokok bahasan dapat didekati dengan baik menggunakan cabang-cabang pengetahuan budaya secara sendiri-sendiri maupun secara gabungan cabang-cabang tersebut.Pokok bahasan manusia dan cinta kasih misalnya, dapat didekati dengan menggunakan karya seni sastra, atau filsafat atau seni tari dan sebagainya.
     Ilmu budaya dasar bukan ilmu sastra, ilmu tart, ilmu filsafat dan lain ilmu yang terdapat dalarn pengetahuan budaya. Ilmu Budaya Dasar hanya mempergunakan karya-karya yang terdapat dalam pengetahuan budaya untuk mendekati masalah-masalah kemanusiaan dan budaya. Percakapan Krisna dan Arjuna dalarn Bhagawad Gita, misalnya, dapat dipergunakan dalatu pokok bahasan manusia dan Tanggung jawab serta pengabdian. Mahasiswa tidak perlu mengetahui secara teknis dan mendetail untuk mempergunakan Bhagawad Gita.

Rabu, 05 Januari 2011

Hubungan PSSI dengan Kekalahan TimNas Indonesia


Kegagalan TimNas Indonesia di ajang Piala AFF hanya karena disebabkan oleh 1 kekalahan. 6 kemenangan  yang di raih TimNas Indonesia terasa tak berarti hanya karena 1 kekalahan saja. Di babak Final leg pertama TimNas Indonesia kalah 3-0 dari TimNas Malaysia di Kuala Lumpur.
Banyak pihak yang menyalahkan PSSI atas kekalahan ini. Ketua DPR Marzuki Alie menyesali kekalahan Tim Garuda yang dibobol 0-3 oleh Malaysia pada pertandingan leg pertama final AFF Suzuki Cup 2010. Ia menilai hal ini adalah kesalahan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia.
"Kita lihat pemain Malaysia semuanya berusia muda, rata-rata umur 23 tahun, sedangkan kita sebagian besar sudah masuk senior. Kompetisi Liga di Indonesia sebagian besar diisi dengan pemain asing, sehingga tidak ada kesempatan untuk pembinaan kepada pemain muda Indonesia,"keluh Marzuki ketika dihubungi wartawan, Senin (27/12).
Selain Marzuki Alie, Eddy Elison juga berkomentar demikian. Mantan pengurus PSSI ini memaparkan, pengurus PSSI demikian terlena dengan kemenangan-kemenangan yang telah dicapai Timnas di babak penyisihan grup hingga semifinal dan terlalu banyak mengklaim hal-hal yang hanya bersifat menguntungkan PSSI.
Kekalahan ini juga berdampak pada supporter. Supporter yang selama ini mendukung TimNas Indonesia sangat kecewa dengan kekalahan ini. Bahkan banyak supporter yang meneriakkan “Nurdin Turun” dari jabatan Ketum PSSI.
Selain karena kecewa atas kekalahan TimNas, para supporter juga sangat kecewa atas pelayanan penjualan tiket pertandingan. Para supporter sangat kesulitan untuk mendapatkan tiket, mereka harus mengantri berjam-jam untuk mendapatkan tiket. Bahkan harus saling berdesak-desakkan.
Para supporter sangat kecewa dengan PSSI, banyak dari mereka yang mengatakan “Saya mendukung TimNas, bukan PSSI, Nurdin turun”.
Namun, melihat perkembangan sepakbola di tanah air ini sebaiknya kita harus tetap mendukung. Demi Negara, kita satukan tekad untuk menyatukan Indonesia dan bias meraih mimpi. Tetap berjuang Garuda-Garuda Indonesia. Kami selalu mendukungmu.

Kamis, 18 November 2010

Free Sex Di kalangan Remaja

Free sex atau seks bebas menjadi hal yang sangat biasa bagi kalangan remaja saat ini. Tanpa merasa malu mereka meminta pasangannya untuk melakukan hal itu, hal yang sebenarnya dianggap tabu oleh masyarakat sekitar. Bukan hanya wanita dewasa (> 20 tahun) saja yang melakukannya, namun sekarang kalangan remaja SMP-SMA sudah melakukannya walaupun hanya satu kali. Kita juga tidak tahu lagi berapa jumlah wanita dan pria yang masih perawan dan masih perjaka, karena tidak sedikit masyarakat di Indonesia telah melakukan seks bebas.

Pergaulan adalah faktor yang paling banyak yang dialami oleh remaja pada umumnya. Pergaulan mereka yang luas, otomatis mereka juga memperoleh banyak masukan dari teman-temannya. Contohnya, pasangan yang tidak pernah melakukan seks akan dianggap tidak modern (norak/kuno) oleh teman-temanya (yang sudah pernah melakukan sesk bebas).
Mereka yang terus didoktrin/dipengaruhi dan diperkenalkan bahwa seks itu mengasyikan, mengenakkan dan harus dicoba.

Mereka melakukan seks bebas biasanya hanya didasari rasa ikut-ikutan saja, coba-coba, tidak enak dengan teman-temannya dan tidak ingin dibilang kuno. Padahal seks diluar nikah itu sangat merugikan, apalagi bagi pihak perempuan. Banyak wanita yang merasa dirinya sudah tidak berharga lagi jika sudah tidak perawan.

Merekapun tak segan-segan memperkenalkan permainan seks yang aman, seperti memakai alat pengaman (kondom) dan sebagainya. Mereka terus mempengaruhi bahwa melakukan seks dengan aman akan terhindar dari penyakit kelamin dan kehamilan. Akhirnya membuat mereka hilang kepercayaan diri mereka sehingga perlahan-lahan mereka terjerumus kedalam seks bebas.

Padahal pengaman seks (kondom) tidak 100% aman terhindar dari kehamilan, mungkin iya 100% aman terhindar dari penyakit. Bagaimana jika wanita itu hamil diluar nikah, mungkin akan selesai masalah jika si pria mau bertanggunjawab. Tapi bagaimana jika si pria lepas tanggungjawab? Bagaimana dengan nasib si calon bayi? Alhasil tidak sedikit wanita yang melakukan aborsi (menggugurkan kandungan), namun juga ada wanita yang tetap mempertahankan si calon bayi tapi dengan resiko menjadi terkucilkan.

Begitu juga dengan remaja yang tidak memakai pengaman (banyak yang tidak suka memakai pengaman) dan sering berganti-ganti pasangan, penyakit pun mendera mereka. Dari mulai penyakit kelamin sampai HIV/AIDS yang gak ada obatnya.
Jadi sekali lagi, Siapa yang rugi??? Kalian bukan!!!

Padahal seharusnya remaja peka akan masalah ini, dan melihat untung ruginya. Jadi mereka tidak akan merasakan kenikmatan sesaat dengan penyesalan seumur hidup. Artikel yang aku tulis ini mudah-mudahan dapat memberi masukan pada kalian. Jika ada yang tidak berkenan dengan artikel ini, aku minta maaf. Kalo bisa beri komentar/masukan…