text

Selamat Datang di ferry's site

Jumat, 03 Juni 2011

Manusia dan Cinta Kasih

Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang bisa merasakan. Sebuah anugrah yang tidak ada terbayangkan, karena sebuah rasa sangatlah indah untuk dinikmati. Manusia mempunyai perasaan tentang cinta kepada Tuhan, kepada sesamanya dan juga cinta kepada makhluk lain, seperti bintang dan alam sekitar. Manusia yang mencintai Tuhannya pasti akan selalu taat kepada perintah dan ajaranNya. Selalu berdoa saat memulai aktifitas dan mengingatnya di setiap saat. Sedangkan manusia yang mempunyai cinta kasih kepada sesamanya sangat besar maknanya. Salah satu bukti manusia yang cinta terhadap sesamanya adalah manusi yang rela berkorban untuk orang yang dicintainya. Cinta orang tua terhadap anaknya, ataupun sebaliknya cinta anak kepada kedua orang tua yang telah melahirkan dan membesarkannya. Seorang ibu yang rela mempertaruhkan nyawanya untuk melahirkan seorang anak adalah bukti cinta kasih yang paling hebat yang diberikan orang tua, karena memperjuangkan hidupnya demi melahirkan anak yang dikandungnya. Tidak hanya cinta kepada orang tua, kita juga bisa merasakan cinta kasih kepada lawan jenis ataupun kepada sanak saudara kita bahkan kepada teman-teman kita .
Manusia yang juga mencintai makhluk lain ciptaan Tuhan adalah bukti, bahwa rasa cinta kasih begitu luas. Manusia yang mencitai binatang akan senantiasa memelihara bintang kesayangannya, walaupun sakit ia akan tetap merawat dan menjaganya seperti menjaga apa yang ia cintai. Selain kepada bintang manusia yang cinta terhadap lingkungan juga aka selalu menjaga lingkungannya agar tetap bersih dan nyaman sehingga lingkungan kita menjadi indah.
Oleh karena itu kita bersyukur, karena kita dapat merasakan perasaan cinta kasih yang begitu besar kepada siapa saja .

Manusia dan Kesusastraan

Manusia adalah makhluk Tuhan yang paling sempurna yang diberi akal dan pikiran untuk berhubungan dengan sekitarnya. Untuk saling berinteraksi dengan sesama, manusia membutuhkan suatu alat komunikasi, yaitu bahasa.
Dengan menggunakan bahasa juga, sesama manusia bisa saling bertukar informasi. Sebagai makhluk hidup yang mempunyai akal dan pikiran, manusia dapat berfikir mana yang baik dan mana yang buruk, dan juga dapat memperkaya ilmu pengetahuan.
Di dalam sastra, manusia juga berperan penting dalam membudayakan sebuah bahasa, dan tidak hanya bahasa saja, tapi sastra lain seperti drama dan teater. Diperlukan keahlian yang khusus untuk dapat memainkan peran yang baik menggunakan bahasa yang baik pula. Sastra juga termasuk seni yang bisa dikembangkan dengan baik oleh manusia yang berkreatif. Tanpa adanya manusia, sastra pun tidak akan pernah muncul, karena sastra berakar dari kepribadian seorang manusia itu sendiri.
Seperti contohnya, teater yang menceritakan tentang sebuah kisah, maka manusia dituntut untuk dapat memainkan peran yang diperagakan agar dapat terasa apa yang dicerikan itu, padahal cerita tersebut hanya karangan atau bahkan imajinasi dari pengarang . Tapi dengan adanya manusia yang memerankan peran yang dimaksud dengan menjiwai karekternya masing-masing, kita dapat merasakan dan juga ikut masuk ke dalam cerita tersebut.
Oleh karena itu, manusia dan kebudayaan akan tetap saling berdampingan karena sudah menjadi rasa tersendir bagi kehidupan manusia.

Hubungan Manusia dengan Kebudayaan

Secara umum pengertian kebudayaan adalah merupakan jalan atau arah didalam bertindak dan berfikir untuk memenuhi kebutuhan hidup baik jasmani maupun rohani.

Manusia dan kebudayaan pada hakekatnya memiliki hubungan yang sangat erat, dan hampir semua tindakan dari seorang manusia itu adalah merupakan kebudayaan. Manusia mempunyai empat kedudukan terhadap kebudayaan yaitu sebagai
1) penganut kebudayaan,
2) pembawa kebudayaan,
3) manipulator kebudayaan, dan
4) pencipta kebudayaan.

Disamping itu, kebudayaan manusia itu menciptakan suatu keindahan yang biasa kita sebut dengan suatu seni. Keindahan/seni dibutuhkan oleh setiap manusia agar kehidupan yang dijalaninya menjadi indah sentosa.
Manusia dan keindahan/seni memang tak bisa dipisahkan sehingga diperlukan pelestarian bentuk keindahan yang dituangkan dalam berbagai bentuk kesenian (seni rupa, seni suara maupun seni pertunjukan) yang nantinya manjadi bagian dari kebudayaannya yang dapat dibanggakan dan mudah-mudahan terlepas dari unsur politik.